Kita tahu bahwa takdir ada di tangan tuhan. Tapi kita belum bisa menerima kalau takdir itu tidak sesuai dengan keinginan. Terkadang kita iri, dengki, marah, kesal, kecewa dengan pencapaian orang lain yang ingin kita capai.
Aku ingat sebuah kutipan dari Bertrand Russel, "Seorang pengemis tidak akan iri kepada miliader. Tetapi seorang pengemis akan iri kepada pengemis lain yang sukses".
Setelah mendengar kutipan itu aku sadar bahwa sebenarnya wajar jika kita merasa sakit hati dengan pencapaian mereka. Tapi yang membuat aku kesal adalah ketika mendengar kalimat mutiara yang orang sekitar katakan padaku. Seperti kata-kata semangat.
Hei! Kau pikir aku akan begitu saja menyerah? Tidak. Kau tidak perlu berkata panjang kali lebar kali tinggi agar aku tidak menangis. Justru dengan kau bilang seperti itu membuatku ingin menangis.
Sama seperti anak kecil. Dia sedang bermain sepeda di halaman rumah. Asyik sekali. Lalu entah mengapa – mungkin karena kurang keseimbangan, anak itu jatuh. Tidak luka, tapi sakit. Anak itu pun berdiri dan berusaha membenarkan sepedanya. Orangtuanya menghampiri
"Aduh, anakku! Kenapa bisa terjatuh, nak? Sudah sudah. Jangan menangis ya nak. Jangan menangis, tidak sakit kok. Jangan menangis ya."
Anak itu yang tadinya kuat berdiri dan membenarkan sepeda, kini hatinya tersentuh dengan perkatan orangtuanya. Akhirnya, anak itu menangis. Ya. Menangis.
Terbayangkan, bagaimana?

Komentar
Posting Komentar