Larutan penyangga adalah larutan yang mempertahankan tingkat keasaman (pH). Makanya disebut penyangga. Larutan ini terdiri dari 2 jenis. Yang pertama, buffer asam. Yang terdiri dari asam lemah dan garamnya. Yang kedua, buffer basa. Yang terdiri dari basa lemah dan garamnya.
Lalu, apa yang mungkin belum kita syukuri?
Ternyata larutan penyangga ini berada di sekitar kita. Sangat dekat malah.
Larutan ini terletak pada darah kita. Darah manusia memiliki pH rentang pada 7,35–7,45. Jika kurang dari 7,35 maka tubuh kita mengalami Asidosis. Darah kita terlalu asam, penyebabnya bisa meliputi gangguan paru-paru, asma, diare, dan lainnya. Dan apabila darah terlalu basa, fenomena ini bernama Alkalosis. Di mana pH darah lebih dari 7,45. Kedua gangguan ini sama-sama mengancam nyawa. Tapi jika pH darah kamu kurang atau lebih dari seharusnya, ada dua kemungkinan. Alat pH meternya yang belum terkalibrasi, atau memang kamu bukan Homo sapiens.
Nah, itu lah nikmat yang mungkin tak terasa bagi kita. Bayangkan saja jika Tuhan cabut larutan penyangga pada tubuh, pH tubuh menjadi naik atau bahkan turun. Apa yang akan terjadi?
Ada tiga hal yang memengaruhi pH. Penambahan asam, penambahan basa, dan pengenceran. Bayangkan jika kita minum air putih saja, pH tubuh langsung turun. Atau kita makan bakso terus pakai cuka, darah langsung asam.
Begitu kompleksnya Tuhan menciptakan kita. Tidak ada yang miss satu pun.

Komentar
Posting Komentar